Namaku Princess Kayla. Aku adalah putri tunggal, orang tuaku sangat kaya raya, tak ada satu pun keinginanku yang tak terpenuhi. Karena itulah, aku disebut princess manja di sekolah.. Sebenarnya aku agak risih dengan panggilan itu, tapi mau bagaimana lagi teman-temanku sudah terbiasa memanggilku seperti itu. jadi tak ada yang bisa ku perbuat, selain menganggap panggilan mereka hanyalah candaan. Meskipun kadang aku menangis karena teman-teman ku sudah keterlaluan.
Julukan ini bermula sejak 4 bulan yang lalu, tepatnya saat aku sedang berulang tahun yang ke-16 sebelum hari ulang tahunku. Teman-temanku tahu mengenai kemannjaanku ini pada orang tuaku, tapi mereka tidak mengetahui seberapa manjanya aku. Julukan ini bermula sejak kejadian ulang tahunku yang ke-16.
Saat aku akan meniup lilin, orang tuaku memanggilku dengan sebutan “baby” dan memeluk serta menciumku. “ Beby, selamat ulang tahun ya sayang. Moga panjang umur dan tambah imut”. Begitulah kata mereka. Mereka memang memperlakukanku selayaknya anak-anak. Setelah mendengar mama berbicara seperti itu, aku melihat semua temanku diam naun menahan tawa.
Kekonyolan orang tuaku tidak sampai disitu saja, di depan teman-temanku mama berkata “Terimakasih telah menghadiri pesta perayaan putri kami yang ke-10”. Aku malu bukan kepalang, tawa teman-temanku pun pecah. Serentak saja aku membentak mamaku “Mama, apa-apaan sih, umur Princess kan sudah 16 tahun!“. Tawa teman-temanku berhenti seketika, mereka mungkin mengira mamaku akan sangat marah dengan bentakkanku tadi. Tapi, mereka salah, mamaku biasa saja dan berkata, “Ayo semuanya, sebentar lagi Princess meniup lilinnya”.
Acara itupun berlangsung seakan-akan yang sedang ulangtahun adalah anak yang berumur 10 tahun. Tapi, seketika marahku kepada orangtuaku berhenti saat melihat kunci mobil di depan mataku. Ternyata orang tuaku memberikan aku mobil sesuai dengan janjinya. Awalnya, aku menduga orang tuaku hanya bercanda berjanji seperti itu karena kurasa mereka masih mengaggap aku balita. Tapi mungkin aku tidak harus heran, karena dari kecil aku dimanjakan. Bahkan, kadang aku kurang ajar pada mereka. Sebenarnya aku tidak bermaksud seperti itu, merekalah yang mendidikku menjadi remaja manja seperti ini. Jam 9 malam pun tiba semua teman-temanku pulang.
Entah siapa yang berteriak, kamu bukan Princess Kayla tapi kamu “Princess Manja”. Tawa sepi setelah aku terlelap. Sewaktu aku terbangun, aku bersiap-siap lalu sarapan. Berangkat sekolah dengan mengemudi mobil, meskipun aku baru diberi hadiah mobil semalam tapi sejak beberapa bulan lalu aku telah belajar mengendarai mobil ayahku.
Baru saja kakiku melangkah keluar dari mobil, teriakan Princess Manja terus berkumandang. Pulang sekolah aku menangis, sampai pada akhirnya 1 minggu berlalu, aku sudah mulai terbiasa dengan panggilan itu. Itulah awal kisah mengapa aku dipanggil “Princess Manja”.
Tapi tidak semua kejadian berakhir happy ending. Setelah 3 bulan, aku mengalami kecelakaan dan koma selama seminggu. Penderitaanku dan orang tuaku tidak sampai disitu saja, semua mobil ayah juga harus dijual karena tunggakan ATM ku. Belum lagi, denda yang harus dibayar ayahku kepada orang yang aku tabrak. Apalagi ayah pun harus membayar denda karena memperbolehkan aku mengendarai mobil tanpa SIM.,
Untunglah hanya mobil ayahku yang harus dijual, aset perusahaan dan rumah masih ditangan ayahku. Tapi ini adalah hari terakhirku di Jakarta, aku akan dikirim ke rumah paman dan bibiku di Desa Wonosobo. Biasanya aku menolak tapi aku sadar aku berbuat berbagai kesalahan fatal. Akupun akan tinggal disana hingga aku bukan “Princess Manja” lagi.
*Created by Ayu Arvina Anwar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar